Pemadaman Bergilir di Malang Raya

Terimbas Defisit Listrik, Diberlakukan Pukul 16.00-22.00
Defisit pasokan listrik akibat berkurangnya pasokan batubara di sejumlah PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) membawa dampak bagi Malang Raya. Mulai kemarin hingga lima hari ke depan atau hingga cuaca membaik, PLN Area Malang melakukan pemadaman bergilir di beberapa wilayah. Kebijakan itu dilakukan untuk menghemat beban daya listrik hingga 11 megawatt (11 juta watt) dalam sehari.

Seperti diketahui, pasokan listrik ke jaringan induk Jawa-Bali berkurang hingga 1.000 megawatt. Produksi listrik itu turun karena beberapa PLTU kekurangan pasokan batubara dan BBM akibat kapal pengangkut batubara dan BBM tidak bisa beroperasi karena gelombang pasang dan ombak. Kapal pengangkut menunggu ombak kembali normal. Beberapa PLTU yang kekurangan pasokan adalah PLTU Tanjung Jati, PLTU Cilacap, PLTGU Muara Karang, dan PLTGU Muara Tawar.

Suharsono, asisten Manajer PLN Area Malang Bidang Distribusi kemarin menerangkan, kebutuhan daya listrik Malang Raya pada saat beban puncak mencapai 240 megawatt. Daya sebanyak itu digunakan oleh 710 ribu pelanggan.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, Malang menyerap daya dari jaringan induk yang memanjang di Jawa-Bali. Pada saat ada gangguan pasokan listrik pada jaringan induk, maka Malang juga tidak bisa leluasa menggunakan listrik hingga mencapai beban puncak tersebut. Harus ada pengurangan atau penghematan. Bentuk konkret penghematan itu adalah pemadaman bergilir sesuai dengan instruksi dari bidang operasi Pembangkitan Jawa Bali (PJB).

Terkait kapan waktu pemadaman dan lamanya pemadaman, Suharsono tidak bisa ditentukan secara pasti. Sebab itu tergantung dari instruksi bidang operasi pembangkitan Jawa Bali. PJB melakukan pemantauan beban puncak listrik setiap menit. Apabila beban listriknya mendekati atau hampir melebihi batas pasokan yang tersedia, maka langsung ada instruksi untuk pemadaman.

Namun menurut apa yang telah dilakukan sebelumnya, pemadaman banyak terjadi pada pukul 16.00 hingga pukul 22.00. Sebab dalam rentang waktu itu, titik maksimal penggunaan daya listrik terjadi. “Untuk wilayah mana yang bakal kami padamkan, kami punya skala prioritas. Titik-titik krusial seperti pusat-pusat pemerintahan, pusat bisnis dan pusat-pusat keramaian tentunya tidak kami padamkan,” ujar Suharsono.

Pilihan pemadaman bergilir, sambung dia, dianggap paling pas. Sebab jika pemadaman bergilir tidak dilakukan, maka penggunaan listrik akan melebihi dari pasokan yang ada. Sama dengan sambungan listrik di rumah-rumah, kalau penggunaan lebih besar dari pasokan, maka akan njeglek. Semua akan padam. “Daripada semuanya mati karena penggunaan lebih besar daripada pasokan, kan lebih baik dimatikan bergilir. Sehingga tetap hidup,” kata Suharsono.

Adakah upaya lain untuk bisa mencegah pemadaman bergilir? Suharsono menegaskan penghematan adalah cara yang paling efektif. Untuk pelanggan rumah tangga, pada pukul 16.00-22.00 bisa mengurangi pemakaian listriknya hingga 50 watt. Kalau 710 ribu pelanggan bisa memberikan toleransi penghematan itu, maka akan ada penghematan 35 megawatt. Pemadaman bergilir pun bisa dihindari.

PLN juga berupaya mengajak pabrikan dan pelanggan besar untuk berhemat. Ada 120 pelanggan besar yang telah dirayu untuk menghemat listrik. Toh dengan penghematan, rekening listrik yang mereka bayar pun bisa berkurang. (yos/war)

*) diambil dari Jawapos.com Radar Malang

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: