<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Arsenda Community</title>
	<atom:link href="http://arsenda.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arsenda.wordpress.com</link>
	<description>Ledome Kipa Ilakes</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2009 11:57:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='arsenda.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/719c5e032fb1a2d4b5a74e31251ffb68?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Arsenda Community</title>
		<link>http://arsenda.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mamograph (Malang Lomography)</title>
		<link>http://arsenda.wordpress.com/2009/06/03/mamograph-malang-lomography/</link>
		<comments>http://arsenda.wordpress.com/2009/06/03/mamograph-malang-lomography/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 08:29:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsenda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Arsenda]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[kamera]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[lomo]]></category>
		<category><![CDATA[lomography]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsenda.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah ingar-bingarnya perayaan teknologi kamera digital karena  kesempurnaan gambarnya, anak-anak muda Kota Malang malah memutuskan kembali ke  kamera lomo. Sebuah kamera mainan berbahan plastik. Kelompok ini ingin  menunjukkan bahwa kamera lomo bukan lagi &#8220;kamera mainan&#8221;.
Sekelompok anak muda tampak asyik berdiskusi di warung depan kampus ITN Jumat  (29/5) siang lalu. Menariknya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsenda.wordpress.com&blog=1454603&post=208&subd=arsenda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" style="margin-left:6px;margin-right:6px;" src="http://zoel.ucoz.com/arsenda/holga-gadgets-weblog.jpg" alt="Holga" width="200" />Di tengah ingar-bingarnya perayaan teknologi kamera digital karena  kesempurnaan gambarnya, anak-anak muda Kota Malang malah memutuskan kembali ke  kamera lomo. Sebuah kamera mainan berbahan plastik. Kelompok ini ingin  menunjukkan bahwa kamera lomo bukan lagi &#8220;kamera mainan&#8221;.</p>
<p>Sekelompok anak muda tampak asyik berdiskusi di warung depan kampus ITN Jumat  (29/5) siang lalu. Menariknya, masing-masing memegang sebuah kamera. Dari jauh,  kamera-kamera itu tak ada bedanya dengan kamera digital. Hanya, bentuknya kamera  tangan atau pocked. <span id="more-208"></span></p>
<p>Tetapi, ketika dilihat lebih dekat dan lebih detail, kamera-kamera itu ternyata  kamera plastik. Tepatnya kamera berbahan plastik. Mulai bungkus sampai lensanya.  Dan inilah yang dinamakan dengan kamera lomo alias toy cam. Anak-anak muda itu  memang komunitas penggila kamera mainan berbahan plastik yang bernama Mamograph  (Malang Lomography). &#8220;Tiap Jumat kami memang ngumpul bareng. Sabtu waktunya  hunting foto,&#8221; ujar Aldila Avezine, ketua komunitas Mamography ini.</p>
<p>Bahkan, jadwal itu sudah paten di kalangan anggota komunitas. Selain untuk  membina komunikasi, pertemuan rutin tiap Jumat dan hunting bersama saat Sabtu  menjadi wadah menghidupkan organisasi. &#8220;Demam kamera lomo sekarang sedang tren.  Kami khawatir jika nanti booming-nya meredup, kehidupan organisasi ikut meredup,&#8221;  kata Aldila.</p>
<p>Kebetulan juga, sambung Decky Yulian, sang penasihat Mamography, sejak pekan  lalu semua anggota komunitas sedang mendapat tugas proyek. Yakni, hunting foto  sekaligus riset bertema plastik fantastik. Sebuah riset tentang budaya plastik.  Mulai produk fashion, alat-alat rumah tangga, mainan plastik, sampai sampah  plastik.</p>
<p>Tema plastik fantastik diambil karena saat ini produk plastik sedang menggila  hampir di seluruh penjuru Kota Malang, bahkan Indonesia. Padahal, penggunaan  plastik tak hanya mendatangkan manfaat, tapi juga ada efek negatif ikutannya.  Salah satunya sulit menangani sampah plastik. Bahkan, mikroorganisme tanah butuh  ratusan bahkan ribuan tahun untuk melumat sampah plastik. Kecuali, jika ditempuh  jalan daur ulang. &#8220;Ini hanya salah satu alasan. Alasan lain kami kira akan lebih  istimewa saja ketika proyek plastik ini dibidik dengan kamera plastik,&#8221; kata  Decky lantas tertawa.</p>
<p>Proyek hunting plastik fantastik ini diharapkan tuntas akhir Juni. Jadi, sekitar  sebulan mereka berburu foto tentang budaya plastik. Sehingga awal Juli mereka  bisa mulai persiapan seleksi foto, kuratorial, dan display visual. &#8220;Kami  menyebut proyek ini sebagai visual riset. Output-nya visual art,&#8221; tandas Dicky.</p>
<p>Dia mengisahkan, apa yang bisa dilakukan anggota komunitas kamera lomo itu  sangat jauh dari angan-angannya semula. Maklum saja, teknologi kamera lomo ini  baru ngetren pada tahun 2005. Di Kota Malang sendiri, komunitas kamera lomo baru  terbentuk 10 Oktober 2008. Padahal, sejak 1999 kamera lomo ini sudah dikenalkan  lewat forum-forum diskusi fotografi. Bahkan, saat presentasi, tak jarang Decky  bersama Insomnium (klub fotografi) menggunakan media toy cam. &#8220;Saat itu di  Malang yang punya kamera lomo baru satu dua orang. Memang belum terlalu terkenal  saat itu,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Aldila menambahkan, terbentuknya komunitas lomography ini cukup unik. Sebab,  sejak awal, sebenarnya Aldila yang akrab disapa Ovie ini tak pernah mengenal  yang namanya kamera lomo. Ketertarikannya terhadap kamera lomo berawal ketika  salah satu kerabatnya yang membeli kamera mainan berwarna putih dengan bentuk  menarik. Kemudian diketahui bahwa kamera mainan itu adalah kamera lomo yang  sekarang terkenal dengan kamera fish-eye. Sebuah kamera yang dapat menghasilkan  gambar dengan distorsi 120 derajat. &#8220;Akhirnya kami dengan beberapa teman lain  ikut membeli kamera lomo,&#8221; ungkap mahasiswa semester IV FH Universitas Brawijaya  (UB) ini.</p>
<p>Ketertarikan terhadap kamera lomo tersebut membuat mereka makin penasaran dengan  teknologi lomo. Apalagi, kamera lomo memiliki sejarah panjang. Awalnya, kamera  lomo adalah kamera perang khusus untuk intelijen Rusia. Oleh seorang mahasiswa  yag juga fotografi Swedia, kamera ini disederhanakan menjadi kamera plastik.  Sehingga, harganya menjadi murah, teknologi lebih sederhana, dan semua  komponennya berbahan plastik.</p>
<p>Bahkan, jenis-jenisnya kini berkembang banyak. Tak lagi kamera fish-eye, tapi  ada juga color splash, action sampler, oktomat, holga, horizon, sampai holga  pinhole. Masing-masing kamera itu memiliki kelebihan dan kekurangan. Fish-eye  misalnya. Kamera jenis ini memiliki satu lensa dengan cakupan pandangan 170  derajat, dilengkapi pula dengan internal flass dan film 35 mm. Lain lagi dengan  kamera jenis horizon yang satu kali jepretan mampu menghasilkan dua gambar  sekaligus. Sehingga jika dicetak lebih mirip foto sekuel. &#8220;Kamera lomo ini  harganya mulai Rp 350 ribu sampai Rp 6 juta,&#8221; kata Aldila.</p>
<p>Karena kelebihan-kelebihan itu akhirnya Aldila makin gila dengan kamera lomo.  Bersama tiga teman lain yang juga tertarik kamera lomo, mereka mulai mengikuti  workshop tentang teknologi kamera lomo. Bahkan, semangat itu mereka sebarkan  melalui situs pertemanan atau facebook. Hasilnya, dari yang awalnya hanya  digandrungi empat orang, kini anggota komunitas lomography di Kota Malang  menjadi 25 orang. Anggotanya tak hanya dari kalangan mahasiswa saja, tapi juga  siswa.</p>
<p>Sayangnya, dari 25 anggota itu, hanya 17 yang benar-benar aktif dan intens  berkumpul. Mereka terdiri atas tujuh anggota golongan pelajar dan sepuluh dari  kalangan mahasiswa. &#8220;Bertambahnya anggota ini juga hasil situs pertemanan. Kami  juga lebih sering komunikasi via e-mail dan facebook,&#8221; tambah Aldila.</p>
<p>Salah satu anggota yang nyantol dari situs pertemanan itu adalah Faizal, siswa  kelas XI SMAN 7. &#8220;Saya tahu komunitas ini juga dari internet. Rasanya seru saja  berburu foto dengan kamera plastik,&#8221; kata Faizal yang juga ikut ngumpul bersama  anggota komunitas lainnya.</p>
<p>Meski makin populer, Aldila tetap tak ingin berhenti menyosialisasikan kamera  lomo. Bahkan, ke depan diharapkan kamera lomo menjadi tren di kalangan anak muda  Kota Malang karena dinilai sangat pas dengan genre anak muda. Yang lebih penting  lagi, komunitas akan terus menyikapi bagaimana kamera plastik membidik budaya  penggunaan barang-barang berbahan plastik dan dampaknya. <span style="color:#888888;"><em>(Jawapos Radar  Malang)</em></span></p>
Posted in Info Arsenda Tagged: foto, fotografi, kamera, komunitas, lomo, lomography, malang <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsenda.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsenda.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsenda.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsenda.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsenda.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsenda.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsenda.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsenda.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsenda.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsenda.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsenda.wordpress.com&blog=1454603&post=208&subd=arsenda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsenda.wordpress.com/2009/06/03/mamograph-malang-lomography/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63ff44230d8274fcfee4f6b23c5210d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsenda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zoel.ucoz.com/arsenda/holga-gadgets-weblog.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Holga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fakta Seputar Flu Babi</title>
		<link>http://arsenda.wordpress.com/2009/04/30/fakta-seputar-flu-babi/</link>
		<comments>http://arsenda.wordpress.com/2009/04/30/fakta-seputar-flu-babi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 04:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsenda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Arsenda]]></category>
		<category><![CDATA[flu babi]]></category>
		<category><![CDATA[flu burung]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<category><![CDATA[wabah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsenda.wordpress.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Penularan penyakit influenza babi di Amerika Serikat dan Mexico baru-baru ini menarik perhatian komunitas internasional, termasuk pemerintah Indonesia yang langsung meningkatkan surveilans penyakit dan memperketat pengawasan lalu lintas orang di pelabuhan laut dan udara untuk mengantisipasi penyebarannya. Influenza babi atau &#8220;flu babi&#8221; awalnya merupakan penyakit respirasi akut sangat menular pada babi yang disebabkan oleh salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsenda.wordpress.com&blog=1454603&post=205&subd=arsenda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" style="margin-left:6px;margin-right:6px;" src="http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/45698000/jpg/_45698491_pig_ap226b.jpg" alt="Babi" width="220" />Penularan penyakit influenza babi di Amerika Serikat dan Mexico baru-baru ini menarik perhatian komunitas internasional, termasuk pemerintah Indonesia yang langsung meningkatkan surveilans penyakit dan memperketat pengawasan lalu lintas orang di pelabuhan laut dan udara untuk mengantisipasi penyebarannya. Influenza babi atau &#8220;flu babi&#8221; awalnya merupakan penyakit respirasi akut sangat menular pada babi yang disebabkan oleh salah satu virus influenza babi, termasuk di antaranya virus influenza tipe A subtipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2.<br />
<span id="more-205"></span></p>
<p>Angka kesakitan akibat infeksi virus yang menyebar di antara babi melalui udara baik dengan kontak langsung maupun tidak langsung dengan babi pembawa virus itu cenderung tinggi pada populasi babi namun tingkat kematian akibat penyakit ini rendah, antara satu persen hingga empat persen.</p>
<p>Kejadian flu babi pada populasi binatang tersebut umumnya sepanjang tahun dengan peningkatan kejadian pada musim gugur dan dingin.</p>
<p>Selain bisa terinfeksi virus influenza babi tipe A subtipe H1N1, babi juga bisa terinfeksi virus avian influenza H5N1 (flu burung) dan virus influenza musiman atau virus influenza yang biasa menyerang manusia. Bahkan kadang babi juga bisa terinfeksi oleh lebih dari satu tipe virus dalam satu waktu.</p>
<p>Kondisi yang demikian memungkinkan virus-virus tersebut saling bercampur dan memunculkan <em>strain</em> virus baru dari beberapa sumber (reassortant virus). Hal inilah yang antara lain membuat virus flu babi yang normalnya spesifik dan hanya menginfeksi babi kadang bisa menembus batas spesies dan menyebabkan kesakitan pada manusia.</p>
<p>Kejadian luas biasa penyakit infeksi influenza babi pada manusia beberapa kali pernah dilaporkan terjadi.</p>
<p>Manusia biasanya tertular flu babi dari babi dan, meski sangat sedikit, dari orang yang terinfeksi karena berhubungan dengan babi atau lingkungan peternakan babi.</p>
<p>Kasus penularan flu babi dari manusia ke manusia terjadi dalam beberapa kasus namun masih terbatas pada kontak dekat dan sekelompok orang saja.</p>
<p>Hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa flu babi menular melalui makanan, dalam hal ini daging babi dan produk turunannya yang ditangani dan dimasak secara tepat, sehingga tetap aman mengonsumsi produk tersebut.</p>
<p>Di samping itu, virus influenza babi mati jika dimasak pada suhu 70 derajat C, sesuai dengan panduan umum mengolah daging.</p>
<p>Gejala flu babi pada manusia umumnya serupa dengan gejala infeksi virus influenza yang biasa menyerang manusia yakni demam lebih dari 37,8 derajat celcius, sakit tenggorokan batuk, pilek, sakit kepala dan nyeri.</p>
<p>Presentasi klinis tipikal infeksi flu babi pada manusia yang serupa dengan influenza biasa dan infeksi saluran pernafasan atas yang lain itu membuat sebagian besar kasusnya tidak terdeteksi dari <em>surveilans</em> influenza sehingga kejadian penyakit ini pada manusia secara global belum diketahui.</p>
<p>Tindakan pencegahan antara lain bisa dilakukan dengan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, mencuci tangan dengan air dan sabun, sebisa mungkin menghindari kontak dengan orang lain saat flu serta mencari pertolongan medis jika sakitnya parah supaya mendapatkan pengobatan.</p>
<p><strong>Risiko Pandemi<br />
</strong><br />
Semua orang, utamanya mereka yang tidak secara reguler melakukan kontak dengan babi, tidak punya kekebalan terhadap virus influenza babi yang bisa mencegah infeksi virus sehingga jika virus babi berubah menjadi virus yang efisien menular dari manusia ke manusia maka berpotensi menimbulkan pandemi influenza.</p>
<p>Namun menurut WHO dampaknya masih sulit diprediksi, tergantung pada keganasan virus, kekebalan tubuh manusia, perlindungan silang oleh antibodi yang dibutuhkan tubuh dari infeksi influenza musiman dan faktor inang.</p>
<p>Sementara vaksin yang bisa melindungi manusia dari infeksi virus flu babi hingga kini belum ada.</p>
<p>Vaksin influenza biasa yang ada saat ini pun belum terbukti efektifitasnya dalam memberikan perlindungan dari infeksi terhadap influenza babi.</p>
<p>WHO bersama semua mitra dari berbagai institusi masih melakukan penelitian berlanjut untuk mengetahui efektifitas penggunaan vaksin tersebut dalam pencegahan flu babi.</p>
<p>Penanganan kasus influenza bisa dilakukan dengan pemberian obat antivirus untuk penyakit influenza biasa yang terdiri atas dua kelas yakni adamantane (amantadine dan remantadine), dan inhibitor neuraminidase influenza (oseltamivir dan zanamivir).</p>
<p>Namun WHO menyatakan belum memiliki cukup informasi untuk membuat rekomendasi tentang penggunaan obat antivirus dalam pencegahan dan penanganan infeksi flu babi.</p>
<p>Menurut organisasi tersebut, klinisi harus membuat keputusan berdasarkan penilaian klinis dan epidemiologis dengan mempertimbangkan keuntungan dan bahayanya untuk menggunakan obat antivirus sebagai prophylaxis atau untuk pengobatan pasien.</p>
<p>Dalam kejadian flu babi di Amerika Serikat dan Mexico, pemerintah setempat merekomendasikan penggunaan oseltamivir dan zanamivir untuk pencegahan dan pengobatan namun demikian kasus flu babi yang dilaporkan terjadi baru-baru ini umumnya bisa disembuhkan tanpa membutuhkan pertolongan medis khusus dan pemberian obat antivirus tertentu.</p>
<p><span style="color:#888888;"><em> (sumber: who.int, cdc.gov, antara)</em></span></p>
Posted in Info Arsenda Tagged: flu babi, flu burung, virus, wabah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsenda.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsenda.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsenda.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsenda.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsenda.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsenda.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsenda.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsenda.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsenda.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsenda.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsenda.wordpress.com&blog=1454603&post=205&subd=arsenda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsenda.wordpress.com/2009/04/30/fakta-seputar-flu-babi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63ff44230d8274fcfee4f6b23c5210d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsenda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/45698000/jpg/_45698491_pig_ap226b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Babi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Singkatan Partai Politik</title>
		<link>http://arsenda.wordpress.com/2009/03/07/singkatan-partai-politik/</link>
		<comments>http://arsenda.wordpress.com/2009/03/07/singkatan-partai-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 11:29:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsenda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Arsenda]]></category>
		<category><![CDATA[legislatif]]></category>
		<category><![CDATA[parpol]]></category>
		<category><![CDATA[partai politik]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsenda.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Singkatan adalah gabungan beberapa kata untuk mempermudah penyebutannya. Biasanya  singkatan adalah nama organisasi, badan atau suatu kegiatan tertentu. Singkatan  dalam bahasa akan lebih mudah diingat daripada kepanjangannya, sehingga  seringkali orang menyebut suatu singkatan tanpa tahu arti sebenarnya.
Sebagai penghibur bagi Wikimuer (= wara-wiri kasih input bermutu di internet),  maka berikut ini saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsenda.wordpress.com&blog=1454603&post=202&subd=arsenda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Singkatan adalah gabungan beberapa kata untuk mempermudah penyebutannya. Biasanya  singkatan adalah nama organisasi, badan atau suatu kegiatan tertentu. Singkatan  dalam bahasa akan lebih mudah diingat daripada kepanjangannya, sehingga  seringkali orang menyebut suatu singkatan tanpa tahu arti sebenarnya.</p>
<p>Sebagai penghibur bagi Wikimuer (= wara-wiri kasih input bermutu di internet),  maka berikut ini saya hadirkan singkatan-singkatan di dunia politik Indonesia  yang sengaja diotak-atik dan diplesetkan. Syukur-syukur, deh apabila ada  Wikimuer yang terpeleset dan ikut mempopulerkan singkatan-singkatan politik di bawah ini.<br />
<span id="more-202"></span></p>
<p><strong>Politik</strong> = Penuh olah intrik dan taktik<br />
<strong>Parpol</strong> = Persatuan Artis dan Politikus<br />
<strong>Demokrat</strong> = Dengan memilih orang keren rakyat akan terpikat<br />
<strong>Gerindra</strong> = Gerah ingin duduk segera<br />
<strong>Golkar</strong> = Golongan kaya (penuh) rencana<br />
<strong>Hanura</strong> = Hanya untuk rapat anggota<br />
<strong>PAN</strong> = Partai AmiN<br />
<strong>PBB</strong> = Pokoknya Bela Bambang<br />
<strong>PDIP</strong> = Paling Demen Ingin (jadi) Presiden<br />
<strong>PKB</strong> = Paman Keponakan Berseteru<br />
<strong>PKP</strong> = Partai Keluarga (mantan) Prajurit<br />
<strong>PKS</strong> = Perpanjangan Kerajaan Saudi<br />
<strong>PMB</strong> = Partai Muhammadiyah Beneran<br />
<strong>PNBK</strong> = Partainya Bang Kumis (Eros)<br />
<strong>PPP</strong> = Partai Paling Pertama (dari masa Orba namanya masih sama)<br />
<strong>DPP</strong> = Duit Paling Penting<br />
<strong>Caleg</strong> = Cara asyik lagi enak (sambil) garuk-garuk<br />
<strong>Capres</strong> = Cari-cari pemimpin resmi<br />
<strong>MPR &#8211; DPR</strong> = Musyawarah Pakai Ribut Diam-diam Punya Rencana<br />
<strong>Poros Tengah</strong> = Persatuan orang bosan, tengsin dan payah<br />
<strong>DPD</strong> = Datang Pikirin Duit<br />
<strong>Pemilu</strong> = Pengen mikir dulu (ikut atau ngga).<br />
<strong>ABS</strong> = Asyik Bikin Sensasi<br />
<strong>KPU</strong> = Kena Protes Ujung-ujungnya<br />
<strong>KPUD</strong> = Kena Protes Ujung-ujung, Deh<br />
<strong>TPS</strong> = Tempat Pikirin Siapa, ya?<br />
<strong>Panwaslu</strong> = Kapan-kapan, awas, lu! (Gua tunggu di perempatan &#8211; ngancam)<br />
<strong>Golput</strong> = Gerakan orang kesal dan putus asa<br />
<strong>Pilkada</strong> = Pilih-pilih, kaki atau dada? (makan fried chicken)<br />
<strong>Cagub</strong> = Cara aktif garuk uang bersama<br />
<strong>Orba</strong> = Orang-orang banyak akal<br />
<strong>APBN</strong> = Ancar-ancar Pikirin Berapa Nyunatnya<br />
<strong>APBD</strong> = Asalkan Pasti Berapa Dananya<br />
<strong>Polling</strong> = Politik bikin pusing<br />
<strong>Bupati</strong> = Bayar upeti proyek didapat pasti<br />
<strong>Bawasda</strong> = Di bawah pengawasan si dia<br />
<strong>KPK</strong> = Kejar Pencuri Kemana-mana<br />
<strong>Korupsi</strong> = Keruk uang palsukan kuitansi<br />
<strong>MK</strong> = Main-main (dengan) Ketentuan</p>
<p>Mau tambahkan yang lebih kacau?</p>
<p><span style="color:#808080;"><em>Oleh: Anwariansyah</em></span></p>
Posted in Info Arsenda Tagged: legislatif, parpol, partai politik, pemilu <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsenda.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsenda.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsenda.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsenda.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsenda.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsenda.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsenda.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsenda.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsenda.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsenda.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsenda.wordpress.com&blog=1454603&post=202&subd=arsenda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsenda.wordpress.com/2009/03/07/singkatan-partai-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63ff44230d8274fcfee4f6b23c5210d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsenda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dukun Cilik Ponari</title>
		<link>http://arsenda.wordpress.com/2009/03/07/dukun-cilik-ponari/</link>
		<comments>http://arsenda.wordpress.com/2009/03/07/dukun-cilik-ponari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 11:26:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsenda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Arsenda]]></category>
		<category><![CDATA[batu ajaib]]></category>
		<category><![CDATA[cilik]]></category>
		<category><![CDATA[dukun]]></category>
		<category><![CDATA[jombang]]></category>
		<category><![CDATA[ponari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsenda.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena Ponari dalam Tinjauan Medis dan Sosiologi
Metode pengobatan yang dilakukan Muhammad Ponari, dukun cilik asal Dusun  Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur,  terkesan unik dan berbau takhayul.
Keunikan dan unsur takhayulnya itu telah menghipnotis ribuan orang dari berbagai  daerah di pelosok Tanah Air masih memadati tempat praktik anak semata wayang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsenda.wordpress.com&blog=1454603&post=200&subd=arsenda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Fenomena Ponari dalam Tinjauan Medis dan Sosiologi</strong></p>
<p>Metode pengobatan yang dilakukan Muhammad Ponari, dukun cilik asal Dusun  Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur,  terkesan unik dan berbau takhayul.</p>
<p>Keunikan dan unsur takhayulnya itu telah menghipnotis ribuan orang dari berbagai  daerah di pelosok Tanah Air masih memadati tempat praktik anak semata wayang  hasil pernikahan Kasemin (42) dan Mukaromah (28) itu sampai sekarang. <span id="more-200"></span></p>
<p>Bahkan di antara mereka ada yang rela antre selama berhari-hari demi mendapatkan  seteguk air putih yang sebelumnya dicelup batu yang digenggam siswa Kelas III SD  Negeri Balongsari 1 itu.</p>
<p>Tak peduli, apakah air celupan batu itu higienis atau tidak, yang penting mereka  percaya, bahwa air itu bertuah dan bisa menyembuhkan segala macam penyakit.</p>
<p>&#8220;Setidaknya bisul yang saya rasakan bertahun-tahun sudah agak mendingan,&#8221; kata  Masilah (43), warga Surabaya, setelah meneguk air keruh yang didapat dari rumah  Ponari.</p>
<p>Kendati demikian, ada juga warga yang tidak percaya bahkan kapok setelah  mengonsumsi air Ponari, namun penyakitnya tak kunjung sembuh, seperti yang  dialami Hamzah (53), warga Mojongapit, Jombang. &#8220;Nyatanya mata saya juga tidak  ada perubahan, setelah minum air dari Ponari,&#8221; katanya sambil menunjukkan  matanya yang sakit.</p>
<p>Namun tak sedikit pula warga yang penasaran untuk mendapatkan air itu. &#8220;Sampai  kapan pun, saya akan tetap bertahan di sini untuk mendapatkan air itu,&#8221; kata  Maslukhan, warga Purwodadi, Jawa Tengah saat ditemui di Dusun Kedungsari, Sabtu  (21/2) siang.</p>
<p>Kedatangannya ke dusun kumuh itu sebagai bentuk ikhtiar dengan harapan  kelumpuhan yang diderita ibunya itu bisa sembuh. Sudah tiga hari Maslukhan  berada di Dusun Kedungsari, tapi tetap tidak mendapatkan kupon antrean karena  setiap hari panitia hanya mengeluarkan 5.000 lembar kupon, sedang yang datang di  atas angka 10.000 orang.</p>
<p>Terlepas dari semua keunikan dan hal-hal yang berbau takhayul, secara medis air  yang didapat dari Ponari itu tetap tidak layak untuk dikonsumsi. &#8220;Air dalam  kemasan saja masih ada yang tidak sehat, apalagi air yang dicelup batu dan  tangan Ponari. Siapa yang menjamin kebersihan tangan Ponari?&#8221; kata Ketua Ikatan  Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang, dr Pudji Umbaran.</p>
<p>Dalam tinjauan medis, orang yang berobat kepada Ponari hanya mendapatkan efek  &#8220;placebo&#8221;, yakni penderita merasakan kenyamanan sesaat, walaupun penyakit yang  dideritanya tidak hilang begitu saja.</p>
<p>&#8220;Efek `placebo` ini juga bisa didapatkan oleh pasien dari dokter. Makanya  mengapa ada dokter yang banyak didatangi pasien dan mengapa pula ada dokter yang  sepi pasien. Ilmu kedokteran itu mencakup `scientific` dan `art`. Dokter yang  bisa menggabungkan `scientific` dan `art` inilah yang bakal dikunjungi banyak  pasien,&#8221; kata Pudji menjelaskan.</p>
<p>Efek &#8220;placebo&#8221;, lanjut dia, sudah bisa dirasakan oleh pasien, bahkan sebelum  mengunjungi dokter itu. &#8220;Ada orang yang merasa sembuh, sebelum meminum obat dari  dokter karena sudah telanjur cocok pada dokter itu,&#8221; katanya mencontohkan.</p>
<p>Sama halnya dengan orang yang datang ke tempat Ponari. &#8220;Setelah meneguk air, ada  orang yang langsung merasakan kesembuhan. Padahal penyakitnya belum hilang.  Kalau tidak percaya, silakan penderita tumor datang ke tempat Ponari, setelah  itu bisa dibuktikan secara bersama-sama melalui rontgen, apakah tumornya itu  hilang atau masih ada,&#8221; katanya.</p>
<p>Belum lama ini Dimas (3,5), warga Desa/Kecamatan Ngusikan meninggal dunia di  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang. Ia menderita radang otak yang cukup  parah. &#8220;Berdasar pengakuan dari kedua orangtuanya, anak itu sebelumnya  mendapatkan pengobatan dari Ponari,&#8221; katanya.</p>
<p>Demikian pula banyak pasien dokter di Jombang yang mengaku telah melakukan  terapi di rumah Ponari. &#8220;Hampir 30 persen pasien yang melakukan rawat jalan di  rumah saya sudah pernah ke sana,&#8221; kata Pudji.</p>
<p>Oleh sebab itu IDI Jombang menyatakan, bahwa pengobatan yang dilakukan oleh  Ponari tidak bisa dipertanggungjawabkan secara medis. Dalam ilmu kedokteran,  untuk memastikan seseorang menderita penyakit tertentu harus melalui beberapa  tahap.</p>
<p>Pudji menjelaskan, dalam menangani pasien seorang dokter wajib melakukan proses  &#8220;anamesa&#8221; atau wawancara dengan pasien yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan  fisik yang bisa dilakukan dengan melihat, meraba, dan mengetuk tubuh pasien.</p>
<p>Kalau masih ragu, seorang dokter bisa melakukan pengujian laboratoris dan  rontgen. &#8220;Setelah itu baru mendiagnosis penyakit pasien yang diikuti dengan tata  laksana pengobatan,&#8221; katanya.</p>
<p>Serangkaian proses itu tidak menjamin seorang pasien sembuh total. Oleh sebab  itu, Pudji tidak memungkiri kedatangan seseorang ke dukun atau ahli pengobatan  alternatif lainnya karena merasa putus asa dengan model penyembuhan yang  dilakukan oleh dokter.</p>
<p>&#8220;Justru fenomena Ponari ini, kami melihatnya sebagai tantangan bagi dokter.  Untuk menjawab tantangan itu, seorang dokter tidak boleh lagi tertutup dan pelit  dalam memberikan informasi mengenai penyakit terhadap pasien. Sudah bukan  zamannya lagi, dokter terburu-buru memeriksa seseorang karena pasien di luar  banyak yang sudah antre,&#8221; kata Kasubid Pelayanan Medik RSUD Jombang itu  mengingatkan para dokter.</p>
<p>Menurut dia, di Kabupaten Jombang dokter umum dan spesialis yang membuka praktik  mencapai 180 orang. &#8220;Jumlah ini melebihi rasio penduduk karena idealnya seorang  dokter melayani 10.000 pasien. Hanya tingkat penyebarannya tidak merata,&#8221;  katanya.</p>
<p>Untuk mendapatkan pelayanan dokter umum swasta, masyarakat hanya dikenakan tarif  sebesar Rp20.000,00 hingga Rp25.000,00 termasuk obat (dispencing). Sedang tarif  jasa pemeriksaan dokter spesialis di Jombang berkisar antara Rp30.000,00 hingga  Rp50.000,00 untuk sekali kunjungan.</p>
<p>&#8220;Belum lagi Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), sehingga masyarakat dapat  mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma, baik di puskesmas maupun di  rumah sakit. Bahkan masyarakat yang tidak memiliki kartu Jamkesmas, Pemkab  Jombang masih menanggungnya melalui program Jamkesda yang dananya bersumber dari  APBD,&#8221; katanya.</p>
<p>Oleh sebab itu, dia tidak setuju adanya anggapan bahwa fenomena Ponari sebagai  dampak akibat buruknya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. &#8220;Di Kecamatan  Megaluh, tak jauh dari rumah Ponari, ada dokter dan puskesmas yang siap  memberikan pelayanan setiap hari,&#8221; kata Pudji menambahkan.</p>
<p><strong>Romantisme Mistis</strong></p>
<p>Sementara itu pakar sosiologi dan kebudayaan dari Universitas Darul Ulum (Undar)  Jombang, Prof Dr Tadjoer Ridjal, MPd mengemukakan, fenomena Ponari tidak  memiliki keterkaitan langsung dengan masalah pelayanan kesehatan dan kondisi  sosio-kultural masyarakat Jombang secara umum.</p>
<p>&#8220;Yang datang ke rumah Ponari, bukan hanya masyarakat Jombang. Kalau dicermati  lagi, justru lebih banyak dari daerah lain, termasuk Kalimantan, Sumatra dan  beberapa wilayah lain di Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, fenomena Ponari merupakan potret masyarakat yang masih memegang  teguh pemikiran tradisional. &#8220;Golongan masyarakat ini ingin menghidupkan kembali  mitos lama yang telah punah. Golongan ini penganut romantisme mistis,&#8221; katanya.</p>
<p>Mitos lama itu, lanjut Tadjoer, adalah munculnya sosok Ki Ageng Selo yang  melegenda di kalangan masyarakat Jawa ratusan tahun silam. Ki Ageng Selo  mendadak sakti setelah petir yang hendak menyambarnya mampu dihalau dan berubah  menjadi sebuah batu.</p>
<p>&#8220;Legenda Ki Ageng Selo itu kembali dihidupkan di tengah masyarakat dengan  menampilkan sosok Ponari. Dalam tinjauan sosiologi dan kebudayaan, kedua sosok  ini sama-sama memiliki power yang digambarkan oleh kalangan masyarakat tertentu  sebagai bentuk kesaktian,&#8221; katanya.</p>
<p>Berdasar tradisi, kekuasaan (power) itu tidak diperoleh melalui pencapaian  prestasi tapi askriptif dengan penaklukan dan penyerapan. Penyerapan bisa  didapatkan dari faktor keturunan dan titisan.</p>
<p>&#8220;Ponari merupakan askriptif penyerapan titisan. Masyarakat menganggap Ponari  merupakan titisan dari Ki Ageng Selo sehingga dia pun dianggap memiliki  kesaktian,&#8221; kata Asisten Direktur Program Pasca Sarjana Undar Jombang itu.</p>
<p>Oleh sebab itu, kemampuan yang ada pada diri Ponari tidak bisa diukur dengan  menggunakan paradigma rasio empiris. &#8220;Fenomena Ponari sama sekali mengabaikan  kelas dan strata ekonomi karena diusung oleh golongan romantisme mistis tadi.  Yang datang ke tempat Ponari tidak hanya orang miskin, tapi banyak kalangan  masyarakat kaya dan berpendidikan, terutama mereka yang berasal dari luar Jawa.  Oleh sebab itu, fenomena ini tidak bisa ditinjau secara rasio empiris,&#8221; katanya.</p>
<p>Apakah fenomena Ponari itu akan berlangsung dalam waktu yang relatif lama,  Tadjoer menyatakan, tergantung situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat  sekitar. &#8220;Biasanya fenomena itu akan berakhir, kalau sudah ada unsur komersial,&#8221;  katanya.</p>
<p>&#8220;Karena kesaktian seseorang itu didasari syarat-syarat moral, di antaranya yang  paling utama adalah membantu orang lain tanpa pamrih. Jadi secara otomatis,  kesaktian seseorang akan sirna, jika sudah berorientasi pada materi,&#8221; kata  Tadjoer menambahkan.</p>
<p>Tentu hal itu susah untuk dijawab Ponari dan keluarganya yang hingga hari ke-21  buka praktik di Dusun Kedungsari telah mampu meraup penghasilan di atas angka  Rp1 miliar.</p>
<p>Kendati uang itu tak pernah diimpikan sebelumnya, tidak tertutup kemungkinan  uang sebesar itu akan mengubah pola hidup keluarga miskin yang selama ini  tinggal di rumah berdinding anyaman bambu itu.</p>
<p><span style="color:#808080;"><em>Oleh: M Irfan Ilmie, sumber: Antara</em></span></p>
Posted in Info Arsenda Tagged: batu ajaib, cilik, dukun, jombang, ponari <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsenda.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsenda.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsenda.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsenda.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsenda.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsenda.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsenda.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsenda.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsenda.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsenda.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsenda.wordpress.com&blog=1454603&post=200&subd=arsenda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsenda.wordpress.com/2009/03/07/dukun-cilik-ponari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63ff44230d8274fcfee4f6b23c5210d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsenda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ponari, si Anak Petir dari Jombang</title>
		<link>http://arsenda.wordpress.com/2009/02/16/ponari-si-anak-petir-dari-jombang/</link>
		<comments>http://arsenda.wordpress.com/2009/02/16/ponari-si-anak-petir-dari-jombang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 14:50:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arsenda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Arsenda]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[dukun]]></category>
		<category><![CDATA[jombang]]></category>
		<category><![CDATA[ponari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arsenda.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[SEPEKAN terakhir ini ada fenomena menarik yang muncul dari kota santri Jombang. Yakni, seorang bocah yang masih duduk di kelas III SD.
Bocah yang tinggal di Dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh ini sejak kecil hidup dalam himpitan kemiskinan. Ia adalah Muhammad Ponari.
Ia mampu menjadi magnet bagi orang yang menderita penyakit, Mereka yang datang rata-rata percaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsenda.wordpress.com&blog=1454603&post=197&subd=arsenda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>SEPEKAN terakhir ini ada fenomena menarik yang muncul dari kota santri Jombang. Yakni, seorang bocah yang masih duduk di kelas III SD.</p>
<p>Bocah yang tinggal di Dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh ini sejak kecil hidup dalam himpitan kemiskinan. Ia adalah <strong>Muhammad Ponari.</strong></p>
<p>Ia mampu menjadi magnet bagi orang yang menderita penyakit, Mereka yang datang rata-rata percaya bahwa penyakitnya akan berangsur sembuh usai meminum air yang sudah dicelupkan batu lonjong berwarna coklat yang katanya bertuah milik bocah tersebut. <span id="more-197"></span></p>
<p>Tak pelak, setiap hari rumah milik keluarga Ponari yang terbuat dari bambu dan berlantai tanah selalu dikerubuti massa. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai puluhan ribu.</p>
<p>Lumrah memang. Karena dalam memberikan pengobatan, anak pasangan Kosim dan Romlah ini tidak menarik bayaran. Ia hanya menyediakan kotak amal jika ada yang ingin memberikan ucapan terima kasih, jumlahnya pun tidak boleh lebih dari Rp 15 ribu.</p>
<p>Pro–kontra seputar Ponari pun bermunculan. Para ulama di Jombang khawatir cara pengobatan Ponari bisa menyeret kearah syirik. Lain lagi dengan kaca mata para dokter, mereka melihat cara pengobatan bocah yang masih lugu itu tidak ilmiah. Sedangkan kelompok paranormal mengigau bahwa Ponari adalah titisan Ki Ageng Selo, pendekar penjinak petir.</p>
<p>Terlepas dari itu semua, seharusnya kita lebih peka terhadap sesuatu yang bisa diraba dengan mata telanjang. Satu hal yang membuat kening kita berkerut, rata-rata yang datang ke Dusun Kedungsari dan berharap kesembuhan dari Ponari adalah mereka yang garis ekonominya menengah kebawah.</p>
<p>Selain itu, mereka juga sudah frustasi dengan pengobatan medis. Singkat kata, rakyat miskin sudah tidak mampu lagi merogoh kantung karena mahalnya biaya dokter dan mahalnya harga obat. Alhasil, ditengah kondisi tersebut munculah sosok Ponari dengan batu &#8217;saktinya&#8217;.</p>
<p>Tak ayal, kehadirannya ibarat oase yang berada di tengah padang pasir. Puluhan ribu orang langsung menyemut menantikan tetesan air &#8217;sakti&#8217;. Ponari pun menjadi magnet bagi mereka.</p>
<p>Memang, biaya untuk berobat kita saat ini terus meroket. Lebih ironis lagi, sudah mahal jumlah dokter juga sangat terbatas. Tenaga medis ini hanya ada di wilayah kecamatan. Artinya, ribuan orang yang tersebar di area satu kecamatan hanya dilayani oleh satu orang dokter. Bagaimana bisa rakyat miskin yang hidup terpencil mendapat pelayanan dari seorang dokter secara cepat dan intensif ?</p>
<p>Jawabannya dapat ditebak, mereka harus siap kehilangan hak kesehatannya. Dan pada akhirnya, penduduk miskin tidak lagi ada sandaran untuk menikmati hidup sehat. Nah, jika sudah demikian, apakah pembangunan sektor kesehatan sudah pro rakyat?</p>
<p>Jika kita mau jujur, berbicara masalah kesehatan yang pro rakyat tidak bisa hanya dinilai dari selembar kartu Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin) dan menjamurnya Puskesmas. Tetapi juga harus memikirkan akses jalan yang rusak dan tidak layak untuk dilewati. Apagunanya kita punya ribuan rumah sakit dengan peralatan serba canggih dan biayanya murah, namun untuk menuju tempat tersebut sulit ditempuh.</p>
<p>Sangat naif jika hak rakyat untuk menikmati hidup sehat hanya direalisasikan dengan selembar kartu Jamkesmas. Sebuah kebijakan pragmatis. Sudah selayaknya kita belajar dari negerinya Fidel Castro, Kuba. Pembangunan sektor kesehatan di negeri penghasil tebu ini lebih santun. Mereka memberlakukan medicos familiars atau dokter keluarga. Artinya, satu orang dokter bertanggungjawab atas satu kampung. Setiap hari para dokter ini berkeliling untuk memantau kesehatan warganya. Sehingga setiap ada keluhan dari masyarakat terkait kesehatan selalu terpantau.</p>
<p>Munculnya fenomena Ponari dengan batu &#8217;saktinya&#8217; minimal harus menjadi kaca benggala atas pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah selama ini. Masih segar dalam ingatan kita, gara-gara berdesakan untuk mendapat kesembuhan dari dukun cilik itu, dua orang manusia meregang nyawa. Sekali lagi, ini adalah cambuk bagi sistem kesehatan yang tidak pro rakyat. Atau kita harus menunggu Ponari-Ponari lainnya dengan korban yang lebih besar lagi?</p>
<p><span style="color:#888888;"><em>(sumber: BeritaJatim.com)</em></span></p>
Posted in Info Arsenda Tagged: anak, dukun, jombang, ponari <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arsenda.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arsenda.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arsenda.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arsenda.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arsenda.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arsenda.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arsenda.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arsenda.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arsenda.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arsenda.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arsenda.wordpress.com&blog=1454603&post=197&subd=arsenda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arsenda.wordpress.com/2009/02/16/ponari-si-anak-petir-dari-jombang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63ff44230d8274fcfee4f6b23c5210d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arsenda</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>